Sebuah Impian akan berdirinya Radio komunitas alumni Attarmasie Jawa tengah,kapan ya impian itu terwujud

  • RSS
  • Skype
  • Facebook
  • Yahoo

Twitter

Archive for April 2012

Tata Cara Komunikasi

Manakala akan melakukan komunikasi sudah tentu tidak terlepas dari sebuah ETIKA yang patut dijunjung tinggi dan disepakati bersama agar tidak terjadi tumpang tindih dan kesimpang siuran dalam menyampaikan isi berita. Sebagai seorang komunikator yang baik patut saling menghormati dan menghargai sesama pengguna frekuensi. Adapun tata cara berkomunikasi yang perlu diperhatikan adalah :
1.Memonitor/mendengarkan dahulu sebelum masuk pada kanal frekuensi, artinya di kanal frekuensi tersebut benar-benar kosong tidak ada yang berbicara
2.Yakinkan diri dan jangan terlalu tegang serta atur nafas
3.Gunakanlah Bahasa Indonesia yang benar dan santun
4.Hindarkan kesan terburu-buru dalam menyampaikan berita, sampaikanlah berita dengan singkat, padat dan jelas
5.Tanda akhir pembicaraan gunakanlah kata “ GANTI “
6.Dekatkan alat komunikasi dengan telinga agar setiap panggilan bisa dimonitor
7.Gunakanlah dengan nada sedang, sikap tenang dan tidak emosi, jangan teriak maupun suara pelan/terlalu pelan
8.Gunakan jarak mikrofon alat komunikasi dengan bibir tidak terlalu jauh, idealnya jarak mikrofon dengan bibir adalah paling dekat satu kepal tangan dan paling jauh satu jengkal tangan.

Contoh panggilan :
* Beruang 1 : (monitor dulu)…., Beruang 2 masuk …….., Beruang 2 masuk ……. atau Beruang 2 … Beruang 1 panggil .., Beruang 2 …. Beruang 1 panggil …
* Beruang 2 : Silahkan masuk , monitor ……. Ganti
* Beruang 1 : Bagaimana situasi kegiatan, ganti.
* Beruang 2 : Sementara kegiatan berjalan lancar, peserta aman namun situasi cuaca agak mendung, mohon saran Pak , ganti……. Dst.
Beberapa hal yang perlu dihindarkan dalam percakapan pada alat komunikasi adalah :
1.Diskusi masalah politik
2.Bercerita atau bernyanyi pada kanal frekuensi
3.Percakapan yang bersifat jorok, tabu dll
4.Berbicara sambil makan


Upaya pemerintah dalam penyelenggaraan komunikasi supaya tertib pengelolaannya telah membuatkan wadah komunikasi dengan membentuk lembaga sosial yaitu RAPI dan ORARI. Melalui kedua lembaga ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas tentang penggunaan frekuensi secara benar.

Teman

Setangku rasa baru menikam kalbu dan menjejali hati
Merasuk masuk mengalir lembut dalam nadiku
Beralun indah berdenyut satu dengan jantungku
Tidak bermaksud naïf atau munafik tuk terucap kata-kata cengeng
Tapi ini ungkapan hatiku kepadamu yang tulus

Dulu kita tertwa dan menangis bersama dalam genggaman satu jiwa
Kau bagian tubuhku yang menggenggam semangatku
Tapi semua telah berlalu dengan kenangan lalu
Entah perasaan kehilangan yang aku miliki untukmu
Tapi inilah sebuah kesedihan untukku yang membuat luka hati dan mengahapuskan memori bersamamu

Kini setangkup rasa itu masih tersimpan dalam hatiku
Sebagai kenangan persahabatan yang melebur menjadi satu
Terimakasih teman tuk senyum manismu
Terimakasih tuk kepercayaanmu sebagai temanku

Teman bisakah aku dapatkan teman sepertimu